March 9th 2009
February 26th 2009
Perpisahan Yang Menyedihkan
diterjemahkan secara lepas dari dailybread.com
Suatu drama terjadi di sebuah sarang elang botak yang terekam oleh web-cam. Sebuah keluarga elang yang penuh kasih sayang, dan yang disaksikan oleh banyak orang melalui internet, ternyata sedang bermasalah. Setelah membesarkan beberapa anaknya pada musimmusim sebelumnya, induk elang kembali bertelur pada musim semi. Namun kemudian, muncullah seekor elang betina muda yang mengacaukan rumah tangga yang bahagia ini. Ketika sang induk jantan mulai bergaul dengan elang betina muda itu, si induk betina terbang meninggalkan sarangnya dan telurtelur mereka menjadi tidak terawat dan mati.
Di suatu forum diskusi via internet, berbagai pertanyaan dan tuduhan dilontarkan. Semua yang menyukai pasangan burung tersebut merasa marah. Para ahli biologi mengingatkan para pencinta elang amatir agar tidak menganggap seakan-akan burung itu mempunyai nilai-nilai moral manusia. Namun sudah telanjur, mereka ingin pasangan burung tersebut kembali bersatu. Mereka seakan yakin bahwa keluarga itu sesuatu yang sakral.
Saat anggota forum diskusi itu menyatakan kesedihan mereka, saya jadi berpikir, apakah mereka tahu bahwa Allah juga merasakan hal yang sama terhadap perpisahan yang terjadi dalam keluarga manusia. Saya juga berpikir tentang diri saya sendiri: Mengapa saya merasa lebih sedih terhadap elang daripada terhadap keretakan keluarga manusia di sekeliling saya? Jelaslah, saya harus mengubah prioritas saya.
Dalam Maleakhi 2, kita melihat bagaimana Allah menghargai pernikahan. Pernikahan adalah lambang dari perjanjian-Nya dengan umat-Nya (ay.11). Allah memandang pernikahan dengan sangat serius—dan kita seharusnya juga demikian. —JAL
UNTUK DIRENUNGKAN
Di Maleakhi 2:11, apa arti “menajiskan” dan bagaimana caranya?
Bagaimana Maleakhi 2:15 menggemakan Kejadian 2:24?
Mengapa hal ini begitu penting? (Mal. 2:15-16).
Tempatkan Kristus sebagai yang utama, bila Anda menginginkan pernikahan yang langgeng.
Maleakhi 2:10-16
2:10 Bukankah kita sekalian mempunyai satu bapa? Bukankah satu Allah menciptakan kita? Lalu mengapa kita berkhianat satu sama lain dan dengan demikian menajiskan perjanjian nenek moyang kita?
2:11 Yehuda berkhianat, dan perbuatan keji dilakukan di Israel dan di Yerusalem, sebab Yehuda telah menajiskan tempat kudus yang dikasihi TUHAN dan telah menjadi suami anak perempuan allah asing.
2:12 Biarlah TUHAN melenyapkan dari kemah-kemah Yakub segenap keturunan orang yang berbuat demikian, sekalipun ia membawa persembahan kepada TUHAN semesta alam!
2:13 Dan inilah yang kedua yang kamu lakukan: Kamu menutupi mezbah TUHAN dengan air mata, dengan tangisan dan rintihan, oleh karena Ia tidak lagi berpaling kepada persembahan dan tidak berkenan menerimanya dari tanganmu.
2:14 Dan kamu bertanya: “Oleh karena apa?” Oleh sebab TUHAN telah menjadi saksi antara engkau dan isteri masa mudamu yang kepadanya engkau telah tidak setia, padahal dialah teman sekutumu dan isteri seperjanjianmu.
2:15 Bukankah Allah yang Esa menjadikan mereka daging dan roh? Dan apakah yang dikehendaki kesatuan itu? Keturunan ilahi! Jadi jagalah dirimu! Dan janganlah orang tidak setia terhadap isteri dari masa mudanya.
2:16 Sebab Aku membenci perceraian, firman TUHAN, Allah Israel–juga orang yang menutupi pakaiannya dengan kekerasan, firman TUHAN semesta alam. Maka jagalah dirimu dan janganlah berkhianat!
January 18th 2009
Sector Eleven in Action !
January 2nd 2009
Ajang Kreativitas Teruna

“Hayo, teruna² Jatipon.. Inilah saatnya kita bersama-sama membantu sesama kita yang membutuhkan.”
Ajang kreativitas kali ini BPK PT akan mengadakan dua kegiatan sosial yang akan diadakan pada 17 31 Januari 2009:
-= Pengobatan Gratis =-
dan
-= Bazar Kasih =-
Siapa aja yang bakal ikutan? Bukan hanya dari PT, tapi kita akan bekerja sama dengan semua BPK yang ada di GPIB Jatipon. Jadi, apa lagi yang ditunggu? Hayoo berlomba dalam melayani…!!!



