October 30th 2008
GOD-OGRAPHY
Survey dari National Geographic News di tahun 2006 menyatakan bahwa banyak kaum muda Amerika yang buta secara geografis. Menurut survey tersebut, 63 persen orang Amerika yang berusia antara 18-24 tahun gagal untuk menunjukkan dengan tepat lokasi Irak pada peta Timur Tengah. Hasil survey geografi mengenai wilayah AS sendiri bahkan lebih memprihatinkan lagi. Setengah dari mereka tidak dapat menemukan negara bagian New York di peta, sepertiganya tak mampu menemukan Louisiana, dan 48 persennya tak mampu menunjukkan lokasi Mississippi.
Memahami geografi memang berguna dalam kehidupan sehari-hari, tetapi “Godography” (menemukan Allah) tentu jauh lebih penting, untuk masa kini dan untuk kekekalan.
Di dalam Ibrani 11:6 kita diberitahu bahwa untuk menemukan Allah dan menyenangkan-Nya, pertama-tama kita harus percaya bahwa Allah itu ada. Bagaimana kita dapat membuktikan keberadaan Allah ini? Menemukan Allah merupakan persoalan iman, yaitu memiliki keyakinan di dalam Dia dan berkomitmen kepada-Nya. Keyakinan dan komitmen ini haruslah tetap kuat meskipun obyek dari iman kita tidak kasat mata. Penulis kitab Ibrani dan Rasul Yohanes setuju bahwa cara terpenting untuk menemukan dan menyenangkan Tuhan adalah dengan percaya kepada Putra-Nya, Yesus (Ibr. 11:6; Yoh. 14:6).
Menemukan Allah adalah semata-mata karya Allah. Siapapun yang mencari Allah akan menemukan Dia karena Allah akan memberi mereka sebuah hati untuk dapat mengenal-Nya sebagai Tuhan (Yer. 29:13-14)
Source: Daily Bread


